Tag Archives: Narkoba Krokodile

Krokodile Drug Merubah Manusia Menyerupai Zombie – Berita8

Desomorfin Krokodil

Akhir-akhir ini sedang banyak pembahasan mengenai Krokodile Drugs atau Narkoba Buaya yang bisa juga disebut juga desomorphine. Varian terbaru dari narkoba ini diracik dari beberapa senyawa antara lain IODINE, CODEIN, ASAM KLORIDA, FOSFOR MERAH, serta bensin.

Nama krokodile drug berasal dari Crocodile atau kalo dalam bahasa Indonesia yang artinya buaya. Efek dari krokodile drug yang satu ini yaitu membuat si pemakai akan menjadi seperti reptil yang memiliki kulit kasar, karna kerusakan jaringan kulit secara bertahap dan perilaku si pemakai juga mirip dengan hewan.

Narkoba Krokodile awalnya berasal dari negara Russia. Negara Russia merupakan salah Negara pengguna Narkoba Terbanyak di dunia. Namun pemerintah Russia berhasil menekan pertumbuhan dan pengedaran narkoba. Kini Narkoba, jenis Heroin sangat sulit ditemui, kalaupun ada, harganya sangat mahal. Nah, untuk itu timbullah ide dari para Junkers/ pecandu narkoba untuk meracik obat berbahaya tersebut.

Krokodile diambil dari nama jalanan di Desomorfin. Krokodile merupakan zat adiktif pengganti heroin yang sangat terkenal di Rusia. Efeknya 8-10 kali lebih kuat dari morfin (zat sama yang digunakan dalam heroin). Namun, harganya jauh lebih murah dibandingkan heroin karena bahan-bahannya mudah didapat.

Krokodil terbuat dari campuran senyawa, yang digunakan dalam proses pembuatan desomorphine. Narkoba itu tidak disaring, sering mengandung konsentrasi tinggi yodium, yang dapat mengganggu sistem endokrin.

Narkoba jenis ini menyebabkan gangguan otot, fosfor, yang menyerang jaringan tulang, dan admixtures berbahaya logam berat seperti seperti besi, seng, timah dan antimony. Hasilnya, sistem saraf, ketidakseimbangan mineral, dan radang hati dan ginjal terganggu.

Seperti disadur dari The Independent, jika Anda menyuntikan obat ini, kulit akan berubah menjadi kehijauan dan bersisik seperti buaya. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah dan kematian jaringan di sekitarnya.

Cara satu-satunya untuk mengatasi ini adalah amputasi. Jika pecandu narkoba ini sudah sangat kecanduan, maka daging beserta kulit pengguna akan jatuh seperti meleleh dari tubuh. Tak hanya itu, narkoba ini juga menyebabkan pneumonia, keracunan darah, kerusakan arteri bahkan meningitis.

Penggunanya bisa menjadi seperti Zombie. Mengapa? Karena dengan badannya yang bersisik seperti buaya, mukanya kehijauan karena suntikan dan sel-selnya yang rusak membuat pecandu jadi sereem banget. Apalagi dengan daging ditubuh mereka yang perlahan-lahan akan jatuh dengan sendirinya, karena kuman-kuman yang menggerogoti tubuh, tulang mereka akan terlihat, dan mereka dapat berjalan, namun seperti tidak bernyawa, berjalan tanpa berfikir, tanpa otak yang sehat dan akan menimbulkan berbagai kasus sosial.

See the original article here:

Krokodile Drug Merubah Manusia Menyerupai Zombie – Berita8

Incoming desomorphine search terms:

Krokodil Drugs, Narkotika Pembunuh dari Rusia – Sidomi News

Pernah mendengar tentang Krokodil Drugs? Jika belum, maka wajar saja sebab ini adalah nama sejenis narkotika yang baru dari Rusia. Yang menciptakan narkotika jenis baru ini adalah para Junkies alias pengguna narkotika yang kesulitan menemukan narkotika seperti Heroin di negara tersebut.

Tidak seperti halnya Indonesia, di Rusia program pemberantasan narkotika berjalan sangat ketat hingga para Junkies atau pecandu kesulitan menemukan berbagai jenis narkotika.

Akhirnya, mereka mencoba meracik dan menciptakan sendiri narkoba jenis baru yang berasal dari bahan yang mudah didapat semisal Codein, Iodine, Asam klorida, Fosfor merah, dan bensin.

Berbagai bahan tersebut diracik dan hasilnya adalah, jenis baru narkotika yang sangat mematikan berjuluk Krokodil Drugs.

Asal kata nama Krokodil Drugs adalah dari crocodile alias buaya. Ini akibat efek yang ditimbulkan oleh pemakaian narkotika tersebut yang membuat kulit pemakainya menjadi kaku, bersisik dan berwarna hijau seperti kulit buaya.

Efek yang ditimbulkan oleh pemakaian narkotika Krokodil Drugs hampir sama dengan efek yang timbul jika memakai Heroin atau narkotika yang mahal. Misalnya halusinasi, depresan, adiktif, dan juga stimulan alias membuat perasaan bahagia.

Namun itu hanya akan terasa 1-2 jam saja. Padahal waktu yang dibutuhkan untuk meracik obat ini sekitar 1-2 jam pula.

Pengguna hanya menghabiskan waktunya untuk meracik, memakai dan mabuk, lalu meracik lagi sepanjang hari.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh narkotika ini adalah, terganggunya sistem endokrin, gangguan otot, jaringan tulang rusak, sistem saraf, ginjal dan hati rusak.

Dilansir oleh The Independent, begitu obat tersebut Anda suntikkan ke kulit, maka kulit akan berubah warna menjadi kehijauan, bersisik, dan mengeras. Pembuluh darah yang terkena efek obat ini akan pecah dan membuat jaringan kulit disekitarnya mati.

Pada tahap parah, maka kulit dan daging pecandu narkotika Krokodil Drugs akan lepas seperti meleleh dan mengakibatkan cacat dan kematian. Rasanya tentu amat sangat sakit dan Anda akan memilih lebih baik mati jika sampai merasakannya.

Sangat mengerikan. Karenanya, jangan sampai pernah sekalipun Anda menyentuh yang namanya Krokodil Drugs, atau narkotika jenis apapun juga.

Taken from - 

Krokodil Drugs, Narkotika Pembunuh dari Rusia – Sidomi News

Incoming desomorphine search terms:

BNN Waspadai Penyebaran Krokodil ‘Narkoba Zombie’ di Indonesia – Detikcom

Jakarta, Keberadaan Krokodil yang bisa menyebabkan pecandunya seperti zombie alias mayat hidup sudah didengar Badan Narkotika Nasional (BNN). Penyebaran obat mematikan itu di Indonesia pun diwaspadai. Jika ada masyarakat yang menemukannya, segeralah melapor ke pihak berwajib.

“Kita mewaspadai Krokodil ini masuk ke sini. Karena bukan tidak mungkin pecandu atau pengedarnya berupaya untuk memasukannya ke sini (Indonesia),” ujar Kabag Humas BNN, Sumirat Dwiyanto, dalam perbincangan dengan detikHealth, Selasa (30/10/2012).

Dia menjelaskan hingga saat ini keberadaan Krokodil yang telah menewaskan sejumlah orang di Rusia belum ditemukan di Indonesia. Sebab saat ini penggunaan narkoba di Indonesia yang paling banyak masih ganja, sabu-sabu dan ekstasi.

“Kami sudah membaca tentang itu (Krokodil) yang berkembang di Rusia dan itu merupakan Desomorphine yang dicampur. Sebenarnya sama dengan morphin tapi gugusnya diubah dan dicampur bahan iritatif sehingga mudah membuat penggunanya iritasi. Artinya saat disuntik membuat kulit mengalami iritasi seperti mengelupas dan luka seperti gigitan buaya,” terang Sumirat.

Menurut dia, Krokodil kemungkinan dibuat untuk mendapat sensasi yang lain, selain karena digunakan oleh kalangan dengan uang sangat pas-pasan. Sebab Krokodil jauh lebih murah ketimbang morphin.

“Untuk Indonesia, penggunaan heroin mengalami penurunan. Sebagai gantinya sabu dan ekstasi meningkat. Heroin kan asalnya dari morphin atau tanaman opium yang butuh ditanam dalam jangka waktu lama sehingga kemungkinan kesulitan mendapatkannya,” papar Sumirat.

Dikutip dari Daily Mail, Krokodil dijuluki sebagai ‘obat yang memakan pecandu’. Sebab pecandu Krokodil akan mengalami pembusukan dari dalam, sehingga menyebabkan kerusakan parah pada jaringan. Pecandu akan mengalami luka terbuka sampai ke tulang
dan mengalami gangren alias kematian jaringan di bagian tubuh atau kematian sel dalam jumlah besar.

Narkoba ini populer di kalangan pecandu kelas bawah Rusia. Sebab harganya yang murah, tidak sampai Rp 100 ribu sekali pakai. Berbeda dengan heroin yang mana pemakainya harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk mendapatkan kualitas baik.

(vit/up)

See the original post: 

BNN Waspadai Penyebaran Krokodil ‘Narkoba Zombie’ di Indonesia – Detikcom

Incoming desomorphine search terms: